Jakarta – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Yogyakarta membawa cerita tentang kekayaan keanekaragaman hayati Yogyakarta melalui tema “Burung-Burung Istimewa Yogyakarta” dalam Puncak Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026 di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta. 

Selama pameran berlangsung pada 20–23 Agustus 2026, lebih dari 1.000 pengunjung mendatangi stan Balai KSDA Yogyakarta. Pengunjung tidak hanya melihat berbagai materi edukasi mengenai burung dan konservasi, tetapi juga diajak berinteraksi melalui permainan puzzle dan kuis bertema konservasi.

Aktivitas tersebut menjadi cara Balai KSDA Yogyakarta mengenalkan keanekaragaman hayati dengan pendekatan yang lebih dekat dan menyenangkan. Anak-anak maupun orang dewasa dapat bermain sambil mengenal jenis burung, habitat, serta pentingnya menjaga keberadaan satwa dan lingkungan tempat hidupnya.

“Pameran ini menjadi kesempatan bagi kami untuk mengenalkan kekayaan keanekaragaman hayati Yogyakarta kepada masyarakat dengan cara yang lebih dekat dan menyenangkan,” ujar Raditia Nugraha, S.Si., petugas Balai KSDA Yogyakarta.

Tidak hanya membawa cerita tentang satwa, Balai KSDA Yogyakarta juga menampilkan berbagai materi pameran konservasi, seperti kawasan konservasi yang ada di wilayah kerja Balai KSDA Yogyakarta, serta produk hasil karya Kelompok Tani Hutan (KTH) binaan, antara lain wedang uwuh, kopi, jahe, dan teh rosella.

Kehadiran produk KTH memperlihatkan bahwa konservasi juga memiliki keterkaitan erat dengan masyarakat. Di sekitar kawasan konservasi, masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki secara berkelanjutan.

Pameran tersebut menjadi ruang perjumpaan antara petugas konservasi dan masyarakat. Pengunjung dapat bertanya langsung mengenai burung dan konservasi di Yogyakarta, mengikuti permainan, maupun melihat berbagai produk hasil kegiatan masyarakat.

Puncak HKAN 2026 dibuka oleh Menteri Kehutanan pada 20 Agustus 2026. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Kehutanan, Wakil Menteri Kehutanan, serta pejabat terkait turut mengunjungi stan pameran dari tiap UPT KSDAE yang terlibat, termasuk Balai KSDA Yogyakarta. Ketua DWP UP Ditjen KSDAE juga turut mengunjungi stan Balai KSDA Yogyakarta. Kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan tema “Burung-Burung Istimewa Yogyakarta”, materi edukasi konservasi, serta produk hasil karya KTH yang ditampilkan dalam pameran.

Keikutsertaan Balai KSDA Yogyakarta dalam Puncak HKAN 2026 menjadi bagian dari upaya memperluas edukasi konservasi kepada masyarakat. Melalui pameran, permainan, dan interaksi langsung, pesan tentang pentingnya menjaga keanekaragaman hayati disampaikan dengan cara yang lebih mudah diterima.

Dari Ragunan, cerita tentang burung-burung istimewa Yogyakarta dan kawasan konservasinya diharapkan dapat terus dibawa pulang oleh para pengunjung sebagai pengetahuan dan kepedulian baru untuk bersama-sama menjaga kekayaan alam Indonesia (THS).



Editor: Tim Kehumasan Balai KSDA Yogyakarta

Penanggung jawab berita: Kepala Balai KSDA Yogyakarta

Kontak informasi: Call Center Balai KSDA Yogyakarta (0821-4444-9449)