Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Konservasi Sumber Daya Alam dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P.08/Menlhk/Setjen/OTL.O/1/2016 tanggal 29 Januari 2016. Tugas pokoknya adalah “melakukan penyelenggaraan konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya di cagar alam, suaka margasatwa, taman wisata alam dan taman buru serta koordinasi teknis pengelolaan taman hutan raya dan kawasan ekosistem essensial berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku”, serta menyelenggarakan fungsi :

1. Inventarisasi potensi, penataan kawasan dan penyusunan rencana pengelolaan Cagar Alam, Suaka Margasatwa, Taman Wisata Alam dan Taman Buru;
2. Pelaksanaan perlindungan dan pengamanan Cagar Alam, Suaka Margasatwa, Taman Wisata Alam dan Taman Buru;
3. Pengendalian dampak kerusakan sumber daya alam hayati;
4. Pengendalian kebakaran hutan di Cagar Alam, Suaka Margasatwa, Taman Wisata Alam danTaman Buru;
5. Pengelolaan jenis tumbuhan dan satwa liar beserta habitatnya serta sumber daya genetik dan pengetahuan tradisional;
6. Pengembangan dan pemanfaatan jasa lingkungan;
7. Evaluasi kesesuaian fungsi, pemulihan ekosistem dan penutupan kawasan;
8. Penyiapan pembentukan dan operasionalisasi Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (KPHK);
9. Penyediaan data dan informasi, promosi dan pemasaran konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya;
10. Pengembangan kerjasama dan kemitraan bidang konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya;
11. Pengawasan dan pengendalian peredaran tumbuhan dan satwa liar;
12. Koordinasi teknis penetapan koridor hidupan liar;
13. Koordinasi teknis pengelolaan taman hutan raya dan ekosistem esensial;
14. Pengembangan bina cinta alam serta penyuluhan konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya;
15. Pemberdayaan masyarakat di dalam dan sekitar kawasan konservasi;
16. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga serta kehumasan.