Kulon Progo – Upaya pelestarian alam dan pendataan satwa liar terus diperkuat melalui aksi nyata di lapangan. Sebanyak 47 (empat puluh tujuh) orang peserta yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat dan pegiat konservasi mengikuti kegiatan penyadartahuan, pelatihan, dan inventarisasi jenis keanekaragaman hayati yang berlangsung selama dua hari, pada 15 hingga 16 April 2026.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta mengemas kegiatan ini dalam tajuk Jogja Biodiversity Explore, sebuah inisiatif kolaboratif yang bertujuan untuk memotret kondisi riil keanekaragaman hayati di DIY. Dalam kegiatan ini, fokus pengamatan dilakukan di Dusun Jurug, Kalurahan Sidorejo, Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo, sebuah wilayah yang memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem di Kulon Progo.

Untuk memperkuat pengenalan secara ilmiah kepada peserta, kegiatan ini menghadirkan narasumber ahli di bidangnya, Bapak Donan Satria Yudha, S.Si., M.Sc. dari Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang ahli dalam bidang Zoologi, Vertebrata, dan Paleontologi. Selain itu, hadir pula Bapak Susilo Irwanjasmoro, hadir menularkan semangat konservasi yang selama ini ia jalankan bersama BKSDA Yogyakarta sebagai kader kondervasi.

Kegiatan ini tidak hanya melibatkan peserta dari luar lokasi kegiatan, namun juga melibatkan masyarakat setempat. Dengan membekali mereka pemahaman konservasi yang baik serta kemampuan mengenali kekayaan hayati di sekitar rumah sendiri, kemandirian dalam menjaga ekosistem pun mulai tumbuh dari tingkat tapak.

Kegiatan ini mengusung tiga pilar utama dalam pelaksanaannya, meliputi 1) Penyadartahuan, kesadaran kolektif peserta dan masyarakat setempat mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem; 2) Pelatihan, membekali peserta dengan kemampuan teknis identifikasi spesies di lapangan; dan 3) Inventarisasi, melakukan pencatatan langsung untuk menghasilkan basis data keanekaragaman hayati yang akurat.

Edisi Lendah kali ini memberikan perhatian khusus pada pengamatan avifauna (burung) dan herpetofauna (reptil dan amfibi). Kedua kelompok satwa ini dipilih karena perannya yang sangat vital sebagai indikator kesehatan lingkungan. Dalam pengamatan selama dua hari tersebut, tercatat kurang lebih 25 jenis reptil dan amfibi serta 25 jenis burung hasil inventarisasi lapangan. Salah satu temuan penting adalah satu jenis burung dilindungi, elang bido (Spilornis cheela).

Melalui Jogja Biodiversity Explore, semangat untuk mengenali, mencatat, dan menjaga potensi alam Yogyakarta diharapkan terus tumbuh, dimulai dari langkah kecil di tingkat tapak seperti di Kalurahan Sidorejo.

 

Sumber: Tim Panitia Jogja Biodiversity Explore BKSDA Yogyakarta

Penulis naskah: Julita Pitria, S.Hut (Penelaah Teknis Kebijakan) 

Editor: Tim Kehumasan BKSDA Yogyakarta

Penanggung jawab berita: Kepala Balai KSDA Yogyakarta

Kontak informasi: Call Center Balai KSDA Yogyakarta (0821-4444-9449)