Yogyakarta – Resort Konservasi Wilayah (RKW) Sleman Kota, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Yogyakarta terus menggencarkan upaya edukasi konservasi bagi generasi muda. Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Konservasi dan Pengenalan Potensi Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) di TK Indiyasana dan SD Sanjaya Tritis, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Rabu (17/9).
Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini, mengenalkan potensi keanekaragaman hayati yang ada di sekitar, serta menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian anak-anak terhadap TSL. Dengan edukasi konservasi sejak usia sekolah, diharapkan lahir generasi emas yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter peduli terhadap kelestarian alam.
Pada kegiatan ini, para siswa dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok kecil mencakup murid TK dan SD kelas 1–2, sedangkan kelompok besar terdiri atas murid SD kelas 3–6.
Kelompok kecil dikenalkan materi TSL melalui pemutaran video edukasi, pemaparan materi dengan peragaan, storytelling, menyanyi, menggambar dan mewarnai flora dan fauna khas yang ada di sekitar. Sedangkan kelompok besar diajak melakukan observasi atau pengamatan langsung potensi TSL di sekitar sekolah. Mereka dibagi menjadi empat kelompok, masing-masing didampingi oleh dua petugas Balai KSDA Yogyakarta dan seorang guru. Setiap kelompok diberi tugas untuk mendata potensi TSL yang ada di sekitar sekolah dengan mengidentifikasi flora dan fauna yang ditemukan. Selain itu, setiap kelompok juga diberi tugas untuk membuat kolase bertemakan alam dari bahan-bahan yang ditemukan di lapangan.
Kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan satwa secara langsung. Satwa yang dihadirkan adalah milik PT. Triasih Suraloka Ardhi. Pada kesempatan tersebut dikenalkan satwa ular piton, iguana, burung makau, burung gagak, dan burung hantu. Kehadiran satwa nyata ini bertujuan untuk membuat pembelajaran lebih menarik, berkesan, dan mudah dipahami.
Jalannya kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Untuk menambah semangat, anak-anak diberi pertanyaan sederhana sehingga mereka terlibat aktif. Suasana menjadi lebih hidup ketika para siswa mencoba menjawab pertanyaan seputar satwa dan lingkungan dengan penuh semangat.
Guru dan pihak sekolah turut mendukung jalannya kegiatan. Mereka menilai edukasi konservasi semacam ini sangat bermanfaat karena memberikan pengalaman langsung bagi anak-anak untuk mengenal dan mencintai alam.
“Kami sangat menyambut baik program sosialisasi konservasi dari Balai KSDA Yogyakarta. Kegiatan ini memberikan pengetahuan yang berharga bagi anak-anak sekaligus melengkapi program sekolah hijau yang kami jalankan. Kami berharap dapat menjalin kerja sama dengan Balai KSDA agar kegiatan ini bisa berkelanjutan,” ujar Kepala SD Sanjaya Tritis, Sukita, S.Pd., M.Hum.
Balai KSDA Yogyakarta pun berharap kegiatan ini menjadi pintu masuk kerjasama berkelanjutan dengan sekolah-sekolah, sehingga pesan konservasi dapat terus digaungkan secara konsisten. Edukasi konservasi sejak dini diharapkan mampu melahirkan generasi yang peduli, cinta alam, dan siap berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Kegiatan ditutup dengan sesi review dari perwakilan peserta dan foto bersama seluruh peserta, guru, serta tim pelaksana. Suasana penuh keceriaan ini menjadi motivasi bagi anak-anak untuk semakin mencintai alam dan berperan dalam melestarikan lingkungan.





Sumber Informasi: RKW Sleman Kota
Penulis naskah: Tri Hastuti Swandayani, S.Kom., M.Si
Editor: Tim Kehumasan BKSDA Yogyakarta
Penanggung jawab berita: Kepala Balai KSDA Yogyakarta
Kontak informasi: Call Center Balai KSDA Yogyakarta (0821-4444-9449)
