Yogyakarta – Balai KSDA Yogyakarta kembali melaksanakan kegiatan rutin pendataan burung pada kawasan Balekambang, Yogyakarta International Airport (YIA), Senin (25/08/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman hayati utamanya satwa liar yang berada baik di dalam bandara (Landside & Airside) maupun di area sekitar. Hasil dari pendataan tersebut dapat digunakan sebagai dasar pengelolaan habitat satwa liar di lingkungan bandara.
Dari hasil pengamatan, Tim Balai KSDA Yogyakarta mencatat 44 spesies burung. Sebanyak 27 species ditemukan di kawasan Balekambang dan 17 spesies lainnya di area utara Balekambang.
Beberapa spesies burung yang ditemukan di Balekembang adalah blekok (103 ekor), bondol haji (31 ekor), bondol peking (72 ekor), tikusan alis putih (8 ekor), mandar (10 ekor), walet (13 ekor), bondol Jawa (43 ekor), titihan (6 ekor), perkutut (12 ekor), Cici padi (8 ekor), raja udang (1 ekor), kekep babi (3 ekor), apung (2 ekor), kutilang (2 ekor), gereja (6 ekor), layang loreng (22 ekor), kuntul kerbau (17 ekor), kuntul kecil (1 ekor), cekakak jawa (2 ekor), terkukur (2 ekor), cangak merah (1 ekor), cinenen pisang (1 ekor), Trinil semak (2 ekor), cerek Jawa (3 ekor), kowak malam (1 ekor), dan kapinis rumah (12 ekor).
Sedangkan di bagian utara Balekambang adalah blekok sawah (21 ekor), cangak merah (3 ekor), cangak abu (1 ekor), bondol peking (32 ekor), bondol haji (15 ekor), cekakak jawa (2 ekor), raja udang biru (4 ekor), kekep babi (12 ekor), layang-layang loreng (3 ekor), mandar batu (5 ekor), tikusan alis putih (2 ekor), bubut Jawa (2 ekor), bubut alang-alang (1 ekor), kuntul kerbau (6 ekor), burung gereja (11 ekor), kokokan laut (2 ekor), dan kareo padi (2 ekor).
Balekambang sendiri merupakan danau buatan yang dibangun pada akhir tahun 2020 di depan gedung parkir YIA. Nama Balekambang berarti balai yang mengambang merujuk bangunan di atas air. Kawasan ini terbukti menjadi habitat yang nyaman bagi burung, sekaligus perlindungan dari ancaman perburuan liar yang masih terjadi di beberapa wilayah.
Kegiatan pendataan burung yang dilaksanakan secara rutin ini tidak hanya penting untuk upaya konservasi keanekaragaman hayati, tetapi juga mendukung aspek keselamatan penerbangan, khususnya dalam rangka mitigasi potensi bird strike di kawasan bandara.



Sumber Informasi: Agra Maulana Putra
Penulis naskah: Tri Hastuti Swandayani, S.Kom., M.Si
Editor: Tim Kehumasan BKSDA Yogyakarta
Penanggung jawab berita: Kepala Balai KSDA Yogyakarta
Kontak informasi: Call Center Balai KSDA Yogyakarta (0821-4444-9449)
