Kulon Progo – Balai (KSDA) Yogyakarta bersama Pemerintah Kalurahan Sidorejo dan masyarakat melaksanakan kegiatan penanaman pengkayaan jenis tanaman, pemasangan papan informasi konservasi, serta penyerahan bantuan kepada kelompok masyarakat di Padukuhan Jurug, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Rabu (22/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konservasi keanekaragaman hayati berbasis masyarakat sekaligus mendukung pengembangan Areal Preservasi Berbasis Keanekaragaman Hayati dan Kearifan Lokal.
Kegiatan dihadiri oleh Lurah Sidorejo Sutrisno, Kepala Balai KSDA Yogyakarta yang diwakili Kepala Seksi KSDA Wilayah I Wahyu Tri Kuncara, jajaran Resor KSDA Wilayah Kulon Progo, penyuluh kehutanan, penyuluh perikanan, kader konservasi, kelompok binaan, dan masyarakat setempat.
Lurah Sidorejo, Sutrisno, menyampaikan apresiasi atas dukungan Balai KSDA Yogyakarta terhadap berbagai upaya pelestarian lingkungan yang telah dilakukan pemerintah kalurahan dan masyarakat. Menurutnya, perhatian pemerintah pusat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus menjaga kelestarian tumbuhan, satwa liar, dan habitatnya.
Selain menjaga kelestarian lingkungan, Kalurahan Sidorejo saat ini juga mengembangkan potensi wildlife tourism dan pengobatan herbal sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat. Bahkan, Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo telah menetapkan Sidorejo sebagai desa percontohan pengembangan pengobatan herbal. Tanaman yang ditanam diharapkan mampu mendukung penyediaan bahan baku tanaman obat sekaligus memperkaya vegetasi sebagai habitat satwa liar.
Mewakili Kepala Balai KSDA Yogyakarta, Kepala Seksi KSDA Wilayah I, Wahyu Tri Kuncara, mengatakan Kalurahan Sidorejo merupakan salah satu lokasi yang diusulkan sebagai Areal Preservasi Berbasis Keanekaragaman Hayati dan Kearifan Lokal. Menurutnya, keberhasilan konservasi sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat.
"Melalui kegiatan ini kami ingin mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga dan merawat kelestarian tumbuhan maupun satwa liar. Upaya tersebut perlu didukung melalui peningkatan kapasitas masyarakat, pengelolaan habitat satwa, serta pengkayaan jenis tumbuhan sebagai penyedia pakan dan tempat hidup satwa liar," ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap konservasi berbasis masyarakat, Balai KSDA Yogyakarta menyerahkan papan informasi larangan berburu satwa liar dan bantuan bibit kepada Pemerintah Kalurahan Sidorejo. Selain itu, Kelompok Pelestari Lendah menerima bantuan alat herping berupa headlamp (senter kepala), laser pointer, grap stick, dan hook yang akan dimanfaatkan dalam kegiatan pengamatan herpetofauna (reptil dan amfibi). Bantuan tersebut diharapkan mendukung pengembangan wisata edukasi berbasis satwa liar di Kalurahan Sidorejo.
Papan informasi konservasi dipasang di pintu masuk Kalurahan Sidorejo sebagai media edukasi kepada masyarakat untuk menjaga satwa liar dari ancaman perburuan. Salah satu spesies yang menjadi perhatian adalah bulus (Amyda cartilaginea), yang populasinya di Daerah Istimewa Yogyakarta semakin sulit dijumpai akibat perburuan ilegal. Melalui papan informasi tersebut diharapkan tumbuh kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga keberadaan satwa beserta habitatnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penanaman bibit di kawasan sumber mata air Kedung Ingas, Padukuhan Jurug. Kawasan ini dipilih karena memiliki fungsi ekologis penting sebagai daerah resapan air sekaligus habitat berbagai jenis satwa liar.
Bibit yang ditanam terdiri atas tanaman penyedia pakan satwa, Multi Purpose Tree Species (MPTS), tanaman lokal, dan tanaman obat. Jenis tanaman MPTS meliputi kayu putih, nangka, dan sirsak. Selain itu ditanam pula berbagai jenis tanaman lokal seperti salam, klumprit, beringin, putat, elo, preh, bulu, ara jejawi, ilat-ilat, gayam, kepuh, randu alas, talok, dan jambu mete. Bibit berasal dari Balai Benih Hutan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY serta PT Wana Subur Lestari.
Melalui kegiatan ini, Balai KSDA Yogyakarta berharap kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan terus diperkuat dalam menjaga kelestarian keanekaragaman hayati. Pengkayaan jenis tanaman tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas habitat satwa liar, tetapi juga mendukung pelestarian sumber mata air, pengembangan wisata berbasis alam, serta meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat secara berkelanjutan (THS).
Sumber: Resor KSDA Wilayah Kulon Progo
Editor: Tim Kehumasan Balai KSDA Yogyakarta
Penanggung jawab berita: Kepala Balai KSDA Yogyakarta
Kontak informasi: Call Center Balai KSDA Yogyakarta (0821-4444-9449)
