Bantul — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai diantisipasi lebih awal menjelang musim kemarau 2026. Balai KSDA Yogyakarta bersama Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Balai Dalkarhut Jabalnusra) memperkuat kesiapsiagaan personel melalui pelatihan respons cepat pemadaman kebakaran hutan di Kantor Seksi KSDA Wilayah II Bantul, Kamis (7/5/2026).
Sebanyak 10 personel Balai Dalkarhut Jabalnusra dan 9 petugas Seksi KSDA Wilayah II Bantul mengikuti kegiatan tersebut. Mereka tidak hanya dikenalkan pada sarana dan prasarana pengendalian kebakaran hutan, tetapi juga langsung menjalani praktik penggunaan peralatan di lapangan.
Peralatan yang digunakan meliputi pompa pemadam, nozzle, selang hisap, selang kirim, hingga adaptor connector. Personel dilatih memahami fungsi alat sekaligus cara pengoperasian secara cepat dan tepat saat menghadapi situasi darurat kebakaran.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkuat respons lapangan sebelum memasuki puncak musim kemarau. Sebab, dalam banyak kejadian karhutla, persoalan di lapangan sering bukan sekadar kurangnya peralatan, melainkan lambatnya respons awal dan kendala teknis saat pemadaman berlangsung.
Dalam pelatihan tersebut, peserta juga dibekali materi problem solving untuk mengantisipasi hambatan yang sering muncul saat operasi pemadaman, seperti tekanan pompa yang melemah, sambungan selang bocor, hingga distribusi air yang tidak optimal di lokasi sulit dijangkau.
Kawasan konservasi di wilayah Yogyakarta dinilai memiliki tingkat kerawanan tertentu saat musim kemarau, terutama pada area dengan karakter lahan kering dan vegetasi mudah terbakar. Kondisi itu membuat kesiapan personel menjadi faktor penting untuk mencegah api meluas dan menyebabkan kerusakan kawasan.
Balai KSDA Yogyakarta dan Balai Dalkarhut Jabalnusra menilai penguatan kemampuan teknis personel perlu dilakukan sejak dini agar penanganan potensi kebakaran dapat dilakukan lebih cepat, efektif, dan terukur.
Kesiapsiagaan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa ancaman karhutla tidak pernah benar-benar hilang. Saat curah hujan mulai turun dan vegetasi mengering, risiko kebakaran dapat meningkat sewaktu-waktu apabila tidak diantisipasi dengan kesiapan personel dan peralatan yang memadai.
Sumber: Prasetyo Hamdan Syahkhuri (Seksi KSDA Wilayah II)
Penulis naskah: Tri Hastuti Swandayani, S.Kom., M.Si. (Penata Layanan Operasional/Humas BKSDA Yogyakarta)
Editor: Tim Kehumasan BKSDA Yogyakarta
Penanggung jawab berita: Kepala Balai KSDA Yogyakarta
Kontak informasi: Call Center Balai KSDA Yogyakarta (0821-4444-9449)
