Gunung Kidul — Kegiatan Smart Patrol di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Paliyan kembali mencatat kondisi lapangan terkini di Blok Rehabilitasi (BR) 136. Patroli yang dilaksanakan pada Rabu (6/05/2026) tersebut menemukan masih adanya gangguan kawasan berupa sampah sisa makanan dan kurang terawatnya demplot tanaman native, meski keberadaan satwa liar di kawasan masih terpantau baik.
Patroli dilakukan dengan berjalan kaki dari kantor resort menuju lokasi pemantauan. Berdasarkan hasil olah data spasial, patroli menjangkau lintasan sekitar 4,6 kilometer dengan cakupan area pemantauan seluas 26 grid atau sekitar 26 hektare kawasan.
Kegiatan Smart Patrol merupakan bagian dari penguatan pengawasan kawasan konservasi berbasis data spasial. Sistem ini digunakan untuk memantau kondisi habitat, mendeteksi potensi gangguan kawasan, serta mendukung pengambilan keputusan dalam pengelolaan konservasi secara lebih cepat dan terukur.
Dalam patroli tersebut, petugas masih menemukan sampah sisa makanan di beberapa titik kawasan. Temuan ini menjadi perhatian karena berpotensi mengganggu kebersihan kawasan serta memengaruhi kondisi ekologis apabila terus terjadi.
Selain itu, tim juga mencatat kondisi demplot tanaman native milik KTH Lestari yang mulai ditumbuhi alang-alang dan semak belukar. Minimnya pemeliharaan dinilai dapat menghambat pertumbuhan tanaman rehabilitasi yang sebelumnya dikembangkan di lokasi tersebut.
Meski demikian, kondisi keanekaragaman hayati di kawasan masih menunjukkan indikasi positif. Tim patroli mencatat perjumpaan sejumlah jenis burung, baik secara langsung maupun tidak langsung, seperti perkutut, kutilang, terkukur, cabe jawa, cekakak jawa, caladi ulam, dan cinenen.
Petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap fitur kawasan. Hasilnya, pal batas nomor 324 ditemukan dalam kondisi baik dan utuh. Sementara pal nomor 321 masih dalam kondisi baik, meski tulisan pada penanda batas mulai terlihat buram.
Pada patroli yang sama, tim menemukan dua pohon waru roboh akibat faktor alam. Kondisi pohon dilaporkan masih hidup dengan diameter masing-masing sekitar 25 sentimeter dan panjang kurang lebih enam meter.
Hasil Smart Patrol tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut pengelola kawasan. Langkah yang akan dilakukan antara lain melalui koordinasi dan pendekatan kepada pihak terkait, termasuk sosialisasi mengenai kebersihan kawasan serta dorongan pemeliharaan demplot tanaman native secara berkala.
Pengelola kawasan menilai keberhasilan menjaga SM Paliyan tidak hanya bergantung pada patroli rutin, tetapi juga pada kepedulian bersama seluruh pihak yang beraktivitas di dalam dan sekitar kawasan konservasi.
Sumber: Yusuf Amin atau Tim RKSDA Wilayah SM Paliyan
Penulis naskah: Tri Hastuti Swandayani, S.Kom., M.Si. (Penata Layanan Operasional/Humas BKSDA Yogyakarta)
Editor: Tim Kehumasan BKSDA Yogyakarta
Penanggung jawab berita: Kepala Balai KSDA Yogyakarta
Kontak informasi: Call Center Balai KSDA Yogyakarta (0821-4444-9449)
