Kulon Progo, DI. Yogyakarta – Upaya untuk menjaga standar keselamatan operasional di objek vital nasional terus dilakukan oleh Balai KSDA Yogyakarta melalui kolaborasi lintas sektor. Kali ini, Balai KSDA Yogyakarta, melalui Tim Resort KSDA Wilayah Kulon Progo, melakukan kolaborasi pengamatan burung dengan unit Airport Quality and Safety Management System Yogyakarta International Airport (YIA). Pengamatan burung dilakukan secara intensif guna memastikan bahwa keamanan penerbangan serta kebersihan fasilitas bandara terjaga baik.

Kegiatan pengamatan dilakukan mulai pukul 15.00 WIB hingga 19.00 WIB tersebut menyasar beberapa titik krusial di kawasan YIA, di antaranya area Apron, Baggage Make Up atau Baggage Breakdown (Area Bagasi Domestik dan Internasional), hingga sisi udara (Airside) di luar Apron. Pengamatan burung kali ini difokuskan pada dua aspek utama yang berkaitan langsung dengan standar pelayanan maupun keselamatan penerbangan.

Aspek pertama yakni manajemen risiko bird strike, yakni upaya mengidentifikasi populasi serta pola pergerakan burung di sekitar jalur pesawat. Hal ini guna meminimalisir potensi tabrakan yang bisa membahayakan penerbangan. Aspek kedua yakni berkaitan dengan kebersihan dan sanitasi fasilitas, terutama di area yang tertutup, seperti bagasi. Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi gangguan yang mungkin terjadi akibat kotoran burung yang bisa memengaruhi higienitas dan kenyamanan dari penumpang.

Selama empat jam pengamatan, tim berhasil mencatat keragaman hayati yang cukup tinggi di kawasan bandara, baik yang menetap di struktur bangunan maupun yang melintasi jalur udara runway. Tim berhasil mencatat perjumpaan dengan 26 jenis burung yang beraktivitas di kawasan bandara. Menariknya lagi, di antara puluhan burung yang dijumpai ada dua spesies yang masuk dalam kategori dilindungi, yakni burung bubut jawa (Centropus nigrorufus) dan kipasan belang (Rhipidura javanica). Kehadiran kedua spesies ini menjadi catatan penting dalam pengelolaan ekosistem di kawasan bandara yang tetap mengedepankan prinsip konservasi keanekaragaman hayati.

Selain melakukan pengamatan di area terbuka, tim juga melakukan pengawasan ketat di area Bagasi Internasional (Baggage Make Up). Fokus pengamatan di area ini adalah untuk mencari solusi teknis guna mencegah infiltrasi atau masuknya burung ke dalam gedung. Pengamatan di area ini dilakukan guna menghindari adanya penumpukan kotoran burung di area kerja dan fasilitasi bagasi yang selama ini menjadi tantangan kebersihan tersendiri.

Data hasil pengamatan 26 jenis burung ini nantinya akan dijadikan dasar rekomendasi untuk manajemen habitat di masa mendatang. Salah satu rencana tindak lanjut yang akan diambil adalah pemasangan alat penghalau burung (bird repellent) pada titik-titik tertentu, khususnya di area bagasi. Sinergi yang ditunjukkan oleh Balai KSDA Yogyakarta dan unit Airport Quality and Safety Management System Yogyakarta International Airport (YIA) ini membuktikan bahwa pengelolaan ekosistem serta tata kelola keselamatan penerbangan bisa berjalan beriringan demi kenyamanan pengguna jasa transportasi udara, khususnya di DI. Yogyakarta.

Salam konservasi!

 

 

Sumber informasi: Tim Resor KSDA Wilayah Kulon Progo

Penulis naskah: Desy Rachmawati, S.S. (Pranata Humas Ahli Pertama BKSDA Yogyakarta)

Penanggung jawab berita: Kepala Balai KSDA Yogyakarta

Kontak informasi: Call Center Balai KSDA Yogyakarta (0821-4444-9449)