Gunungkidul, DI. Yogyakarta – Masih dalam rangka peringatan hari bumi, semangat konservasi masih digaungkan melalui aksi penanaman bersama dan pendataan herpetofauna. Dengan mengusung tema “Aksi Bersama untuk Bumi”, penanaman yang dilakukan di Desa Ngalang, Gunungkidul ini menjadi bukti nyata bahwa urusan pelestarian alam tidak hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga kerja kolektif semua pihak.

Kehadiran para penggiat konservasi, pecinta alam, warga, perangkat Desa Ngalang, serta perwakilan Balai KSDA Yogyakarta dalam satu aksi penanaman bersama menunjukkan bahwa nafas pelestarian itu masih berdenyut kencang di Yogyakarta.

Penanaman pohon di bentang alam karst merupakan salah satu agenda utama dalam kegiatan peringatan hari bumi ini. Sebanyak 60 bibit pohon mulai ditanam oleh peserta. Jenis bibit yang dipilih pun merupakan pohon yang memiliki nilai ekologis tinggi, seperti kepuh, nagasari, serta beberapa jenis tumbuhan ficus. 

Dengan tagline “Menanam Asa di Tanah Karst”, penanaman ini bukan hanya sebagai simbolis peringatan hari bumi, melainkan juga menjadi investasi oksigen dan air bagi generasi mendatang. Dengan adanya aksi penanaman bersama ini, tentu kita berharap bahwa tanah ini akan tetap subur dan tangguh dalam menghadapi perubahan iklim.

Selain penanaman, peringatan hari bumi di Desa Ngalang juga dilakukan dengan kegiatan pendataan herpetofauna (reptil dan amfibi). Sebagai informasi tambahan, herpetofauna menjadi indikator kesehatan ekosistem. Bekerja sama dengan teman-teman dari komunitas Exalos dan Katanyapala, pendataan herpetofauna ini diharapkan dapat memeakan kekayaan biodiversitas yang ada di Gunungkidul, khususnya di Desa Ngalang. Satwa yang berhasil dijumpai dalam kegiatan pendataan herpetofauna tersebut beberapa di antaranya adalah Microhila orientalis, Fajervarya limnocaris, hingga Pytas koros.

Apresiasi diberikan kepada warga dan perangkat Desa Ngalang sebagai tuan rumah kegiatan peringatan hari bumi, serta kepada komunitas pecinta alam maupun penggiat konservasi yang telah mendedikasikan tenaga dan pikirannya untuk melestarikan alam. Konservasi mungkin terlihat sunyi, hasilnya tidak akan terlihat langsung esok pagi, tapi yakinlah bahwa manfaatnya akan dinikmati oleh anak cucu kita nanti. Semoga setiap bibit yang kita tanam dan data yang kita catat akan bermanfaat demi kelestarian alam nusantara. Salam lestari!

 

 

Sumber informasi: Rahmi Ananta Widyakristianti, A.Md. (Penyuluh Kehutanan Mahir)

Penulis naskah: Desy Rachmawati, S.S. (Pranata Humas Ahli Pertama BKSDA Yogyakarta)

Penanggung jawab berita: Kepala Balai KSDA Yogyakarta

Kontak informasi: Call Center Balai KSDA Yogyakarta (0821-4444-9449)