Bantul – Balai KSDA Yogyakarta memperingati Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026 dengan melakukan pemulihan ekosistem melalui penanaman tanaman jenis asli Perbukitan Baturagung serta aksi bersih kawasan di Cagar Alam Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (10/08/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari aksi konservasi dengan mengusung tema HKAN 2026, “Konservasi Alam, Kerja Bersama Merawat Alam Indonesia”.
Ir. Darmanto, S.P., M.AP., Kepala Balai KSDA Yogyakarta mengatakan bahwa proses penanaman menjadi salah satu aksi nyata konservasi alam dan bentuk nyata kepedulian terhadap kelestarian kawasan. “Proses menanam merupakan kebaikan. Bekerja di konservasi adalah melangkah untuk kebaikan,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut ditanam sebanyak 53 batang tanaman jenis asli, terdiri dari 20 batang bibit elo atau loa (Ficus racemosa), 20 bulu (Ficus drupacea), 10 ara jejawi (Ficus retusa), serta 2 mentaok (Wrightia javanica). Selain itu, dilakukan relokasi tiga rumpun anggrek Dendrobium capra yang merupakan jenis anggrek asli CA Imogiri dan berdasar IUCN termasuk kategori terancam punah (Endangered).
Pada kesempatan ini, Kepala Balai menyampaikan bahwa penanaman di CA Imogiri memiliki tantangan tersendiri karena dilakukan pada musim kemarau, sehingga dibutuhkan inovasi untuk menjaga ketersediaan air bagi tanaman. Untuk menjawab tantangan tersebut, Resor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah Bantul telah mengembangkan inovasi penyediaan air yang memungkinkan tetesan air tetap mengalir ke tanaman secara berkala. “Inovasi ini memungkinkan proses penanaman tetap dilakukan pada musim kemarau karena kebutuhan air tanaman dapat dipenuhi secara bertahap,” katanya.
Dyahning Retno Wati, S.Hut., M.Sc., Kepala Resor KSDA Bantul menyampaikan beberapa inovasi lain untuk menghadapi tantangan dan menjaga kelembaban bibit setelah ditanam, yaitu dengan menggunakan pelepah pisang sebagai polybag dan mulsa serta galon infus yang meneteskan air di bibit yang ditanam.
CA Imogiri dikenal juga sebagai habitat anggrek Dendrobium capra. Anggrek yang direlokasi ke CA Imogiri merupakan tumbuhan hasil penyelamatan dari batang kayu putih yang roboh. Pada peringatan HKAN, anggrek tersebut direlokasi ke habitatnya di batang pohon kayu putih oleh Kepala Balai KSDA Yogyakarta, Ketua DWP UP Ditjen KSDAE, dan Ketua DWP Balai KSDA Yogyakarta beserta jajaran terkait.
Ibu Heni Satyawan, Ketua DWP UP Ditjen KSDAE mengatakan, konservasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. HKAN 2026 yang jatuh pada tanggal 10 Agusus merupakan momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga alam. Menurutnya, kepedulian terhadap alam dapat dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan. “Konservasi alam adalah kerja bersama. Menanam pohon berarti menanam harapan, sedangkan merawat pohon berarti merawat kehidupan,”tegasnya.
Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan pembersihan kawasan CA Imogiri dari sampah plastik. Aksi bersih tersebut menjadi bagian dari kepedulian bersama untuk menjaga kawasan konservasi tetap bersih dan mendukung keberlangsungan ekosistem. Selain itu, aksi bersih kawasan dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari “81 Aksi Kehutanan untuk Kemerdekaan Indonesia” dengan semangat “Dari Hutan untuk Indonesia” dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Melalui penanaman, inovasi penyediaan polybag dan infus air, pelestarian jenis terancam punah, dan aksi bersih kawasan, Balai KSDA Yogyakarta berharap peringatan HKAN 2026 tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi langkah nyata untuk menjaga keanekaragaman hayati dan kelestarian CA Imogiri bagi generasi mendatang (THS).
Sumber: Resor KSDA Wilayah Bantul
Editor: Tim Kehumasan Balai KSDA Yogyakarta
Penanggung jawab berita: Kepala Balai KSDA Yogyakarta
Kontak informasi: Call Center Balai KSDA Yogyakarta (0821-4444-9449)
