Gunungkidul, DI. Yogyakarta – Suasana belajar yang berbeda dirasakan puluhan siswa SDN Kepek I, Kalurahan Kepek, Kapanewon Saptosari, saat mengikuti kegiatan School Visit ke SM Paliyan yang diselenggarakan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta bersama MSIG. Kegiatan bertajuk “Bina Cinta Alam” ini menjadi upaya menumbuhkan kesadaran konservasi sejak usia dini melalui pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, dan dekat dengan alam.
Sebanyak 45 siswa kelas IV dan V bersama 11 guru pendamping mengikuti rangkaian kegiatan yang memadukan metode indoor learning dan outdoor learning. Konsep tersebut dirancang agar peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang konservasi, tetapi juga merasakan pengalaman belajar secara langsung di lingkungan alam.
Kegiatan diawali di aula pertemuan SM Paliyan dengan sambutan dari Kepala Sekolah, kemudian dilanjutkan pemaparan materi bertajuk "Selayang Pandang BKSDA Yogyakarta". Para siswa juga diajak mengenal berbagai jenis satwa melalui pemutaran video yang memperkenalkan keanekaragaman hayati beserta pentingnya menjaga kelestariannya.
Agar pembelajaran lebih menarik, peserta dibagi ke dalam enam kelompok kecil yang masing-masing menggunakan nama satwa dilindungi yang dapat dijumpai di kawasan SM Paliyan, yakni Gelatik Jawa, Bubut Jawa, Elang Ular Bido, Landak, Tangkar Centrong, dan Trenggiling. Melalui permainan tanya jawab yang disisipkan di sela penyampaian materi, siswa diajak mengasah pengetahuan sekaligus memahami hubungan antara satwa, alam, dan ekosistem.
Setiap jawaban yang benar memberikan tambahan poin bagi kelompok. Di akhir sesi, kelompok Landak berhasil meraih juara pertama, disusul Gelatik Jawa di posisi kedua dan Bubut Jawa sebagai juara ketiga. Meski demikian, seluruh kelompok tetap memperoleh hadiah sebagai bentuk apresiasi sekaligus penyemangat untuk terus belajar tentang konservasi.
Keseruan juga terasa saat pertanyaan diberikan secara individu kepada para siswa. Antusiasme peserta tampak dari semangat mereka menjawab setiap tantangan yang diberikan. Dalam sesi kesan dan pesan, perwakilan siswa mengaku senang karena dapat mengenal berbagai satwa beserta ekosistemnya melalui metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Mereka bahkan berharap dapat kembali berkunjung untuk mengeksplorasi kawasan SM Paliyan pada kesempatan berikutnya.
Pembelajaran kemudian berlanjut di luar ruangan melalui kegiatan outdoor learning. Di lokasi pembibitan, siswa dikenalkan dengan berbagai jenis tanaman asli kawasan karst (native species), mulai dari proses penyemaian di bak tabur dalam green house hingga tanaman yang telah siap ditanam. Sebagai tindak lanjut, pihak sekolah juga membawa pulang beberapa jenis tanaman native species karst untuk mendukung penghijauan di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan School Visit ini, BKSDA Yogyakarta berharap keberadaan SM Paliyan makin dikenal oleh kalangan sekolah dasar sebagai pusat pembelajaran konservasi. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian dan kecintaan terhadap alam sehingga nilai-nilai konservasi dapat tertanam sejak dini pada generasi muda.
Salam konservasi!
Sumber informasi: Tim Resor KSDA Wilayah SM Paliyan
Penulis naskah: Tim Humas Balai KSDA Yogyakarta
Penanggung jawab berita: Kepala Balai KSDA Yogyakarta
Kontak informasi: Call Center Balai KSDA Yogyakarta (0821-4444-9449)
