Gunungkidul, DI. Yogyakarta – Upaya pelestarian keanekaragaman hayati dan pemulihan ekosistem di bentang alam karst Gunungkidul memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda. Sebagai bentuk sinergi dalam membangun kesadaran lingkungan, Balai KSDA Yogyakarta, diwakili Resor KSDA Wilayah Gunungkidul, bersama Yayasan JAVLEC Indonesia dan masyarakat kalurahan Karangasem menyelenggarakan program Conservation Goes to School (CGTS) di SMK N 1 Ponjong, Gunungkidul, pada 21-22 Juli 2026.
Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman, kepedulian, serta mendorong aski nyata pelajar dalam mendukung pelestarian alam, khususnya di kawasan karst Gunungkidul. Selain mengenalkan tugas dan fungsi Balai KSDA Yogyakarta, kegiatan ini juga memberikan edukasi mengenai perlindungan tumbuhan dan satwa liar (TSL), vegetasi asli kawasan karst, serta pemanfaatan teknologi digital melalui aplikasi Lestari Kehati sebagai media pembelajaran dan pencatatan keanekaragaman hayati berbasis citizen science.
Hari pertama kegiatan yang dilaksanakan di SMK Negeri 1 Ponjong diisi dengan sosialisasi dan diskusi interaktif. Para siswa mendapatkan materi mengenai tugas dan fungsi Balai KSDA Yogyakarta, regulasi perlindungan tumbuhan dan satwa liar, pengenalan tanaman native khas karst Gunungkidul, program Conservation Goes to School, serta praktik penggunaan aplikasi Lestari Kehati.
Pada hari kedua, kegiatan berlanjut di Taman Kehati Eronity dan Kalurahan Karangasem, Kapanewon Ponjong melalui aksi lapangan yang melibatkan sekitar 60 siswa, 4 guru pendamping, 3 perwakilan Yayasan JAVLEC Indonesia, tokoh masyarakat Kalurahan Karangasem, serta tim Balai KSDA Yogyakarta.
Berbagai kegiatan dilakukan secara langsung di lapangan, mulai dari penanaman pohon native karst sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem, praktik penggunaan aplikasi Lestari Kehati untuk pendataan vegetasi, penggalian informasi mengenai kearifan lokal bersama tokoh masyarakat, diskusi mengenai inovasi hijau (green innovation), hingga pembuatan film dokumenter yang mengangkat aktivitas masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan di dalam kelas, tetapi juga merasakan secara langsung pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan generasi muda dalam menjaga keberlanjutan bentang alam karst Gunungkidul.
Semangat yang tumbuh selama kegiatan tergambar dari pesan-pesan yang mengiringi pelaksanaan aksi lapangan. Penanaman pohon di Taman Kehati Eronity dipandang bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan simbol kebangkitan kesadaran kolektif untuk memulihkan kawasan yang pernah mengalami degradasi. Para pelajar diharapkan menjadi generasi penjaga, pemulih, dan pelindung kehidupan yang membawa semangat konservasi dari ruang kelas hingga ke tengah masyarakat.
Program Conservation Goes to School juga menjadi wujud nyata bahwa pelestarian alam harus dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten. Setiap bibit yang ditanam menjadi simbol komitmen generasi muda untuk menjaga alamnya, sekaligus memperkuat peran sekolah sebagai pusat pembelajaran konservasi yang terhubung dengan masyarakat.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar, tertib, dan mendapat antusiasme tinggi dari pihak sekolah maupun masyarakat Desa Karangasem. Kolaborasi yang terbangun diharapkan mampu menjadi model penguatan pendidikan konservasi berbasis sekolah dan masyarakat di wilayah Gunungkidul.
Ke depan, Balai KSDA Yogyakarta merekomendasikan dilaksanakannya pemantauan berkala terhadap bibit tanaman native karst yang telah ditanam bersama kelompok masyarakat setempat. Selain itu, pendampingan penggunaan aplikasi Lestari Kehati bagi guru dan siswa SMK Negeri 1 Ponjong perlu terus dilanjutkan sebagai basis data citizen science lokal sekaligus memperkuat enam program Conservation Goes to School dalam mendukung pelestarian keanekaragaman hayati.
Melalui semangat "Muda, Peduli, Lestari", Conservation Goes to School diharapkan menjadi awal lahirnya semakin banyak generasi muda yang tidak hanya memahami pentingnya konservasi, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam menjaga kelestarian alam Indonesia.
Salam konservasi!
Sumber informasi: Tim Resor KSDA Wilayah Gunungkidul
Penulis naskah: Tim Humas Balai KSDA Yogyakarta
Penanggung jawab berita: Kepala Balai KSDA Yogyakarta
Kontak informasi: Call Center Balai KSDA Yogyakarta (0821-4444-9449)
