KULON PROGO — Balai KSDA Yogyakarta terus mendorong penguatan masyarakat penyangga kawasan konservasi melalui pembenahan kelembagaan Kelompok Tani Hutan (KTH) Manunggal Karya di Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan peningkatan kapasitas kelembagaan yang digelar pada Rabu (13/5/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah penting bagi KTH Manunggal Karya yang telah berjalan selama delapan tahun sejak berdiri pada 27 September 2018. Dinamika organisasi yang terus berkembang, mulai dari perubahan kepengurusan, bertambahnya anggota, hingga meluasnya aktivitas usaha kelompok, dinilai membutuhkan penataan ulang agar organisasi tetap solid, adaptif, dan mampu menjawab tantangan ke depan.

Penguatan kelembagaan dilakukan melalui pembaruan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta restrukturisasi kepengurusan kelompok. Balai KSDA Yogyakarta memandang langkah tersebut bukan sekadar pembenahan administrasi organisasi, melainkan bagian dari upaya memperkuat posisi kelompok masyarakat sebagai mitra konservasi di kawasan penyangga Suaka Margasatwa (SM) Sermo.

Kegiatan berlangsung di rumah salah satu anggota kelompok, Ibu Winarti, di wilayah Bibis, Hargowilis. Sebelum agenda utama dimulai, anggota kelompok bersama pendamping dari Balai KSDA Yogyakarta melakukan pemanenan bunga rosella yang selama ini menjadi salah satu produk unggulan KTH Manunggal Karya dan diolah menjadi teh bunga rosella.

Aktivitas tersebut menjadi gambaran bagaimana kelompok binaan tidak hanya diarahkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat, tetapi juga membangun keterikatan warga terhadap pengelolaan kawasan di sekitarnya. 

Balai KSDA Yogyakarta menilai keberhasilan konservasi tidak dapat hanya mengandalkan pengawasan kawasan semata. Keterlibatan masyarakat sekitar menjadi faktor penting, terutama melalui kelompok-kelompok yang memiliki organisasi kuat, kegiatan produktif, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Kelompok masyarakat di kawasan penyangga dinilai memiliki posisi strategis dalam mendukung keberlanjutan kawasan konservasi. Ketika kelembagaan kelompok kuat, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga kawasan. 

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan sambutan dari pengurus KTH Manunggal Karya dan Balai KSDA Yogyakarta. Peserta kemudian menerima materi mengenai kelembagaan kelompok sebelum memasuki pembahasan dan kesepakatan AD/ART serta berita acara restrukturisasi organisasi.

Dalam pembahasan AD/ART, anggota menyepakati sejumlah perubahan mendasar, diantaranya terkait masa jabatan ketua kelompok, penguatan hak dan kewajiban anggota, hingga penegasan keterlibatan anggota dalam menjaga kelestarian kawasan SM Sermo.

Kesepakatan tersebut dinilai menjadi langkah penting agar fungsi kelompok tidak berhenti pada aktivitas produksi dan usaha semata, tetapi juga bergerak sebagai mitra konservasi di tingkat tapak.

Restrukturisasi organisasi juga menghasilkan penambahan jumlah anggota dari sebelumnya 16 orang menjadi 26 orang. Bertambahnya anggota dinilai menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan kelompok.

Tidak hanya itu, struktur baru KTH Manunggal Karya kini diperkuat dengan sejumlah bidang strategis, seperti bidang UMKM, pengembangan jasa wisata alam dan wisata edukasi, bidang konservasi, pemasaran, hingga media informasi.

Penambahan bidang tersebut menunjukkan arah pengembangan kelompok yang semakin terstruktur dan berorientasi jangka panjang, yakni menghubungkan penguatan ekonomi masyarakat dengan upaya menjaga keberlanjutan kawasan konservasi.

Melalui pendampingan ini, Balai KSDA Yogyakarta berharap KTH Manunggal Karya dapat berkembang menjadi kelompok masyarakat yang mandiri, produktif, serta mampu menjadi garda depan dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi warga dan kelestarian kawasan penyangga SM Sermo.



Sumber Informasi: Nona Endah Puspitasari, S.Hut. (Penyuluh Kehutanan)

Penulis naskah: Tri Hastuti Swandayani, S.Kom., M.Si. (Penata Layanan Operasional/Humas BKSDA Yogyakarta) 

Penanggung jawab berita: Kepala Balai KSDA Yogyakarta

Kontak informasi: Call Center Balai KSDA Yogyakarta (0821-4444-9449)