Gunung Kidul — Upaya memperkuat peran masyarakat dalam menjaga kawasan penyangga Suaka Margasatwa Paliyan, dilakukan melalui dorongan kemandirian Kelompok Tani Hutan (KTH) Ngudi Rejeki. Pendampingan oleh Tim Resort KSDA SM Paliyan bersama tim Wana Subur Lestari (WSL) pada Senin (4/5/2026) difokuskan pada penguatan kelembagaan, pengelolaan kawasan, serta pengembangan usaha kelompok.
Sebanyak 12 anggota atau sekitar 80 persen dari total anggota hadir dalam kegiatan tersebut. Tingkat partisipasi ini dinilai mencerminkan komitmen anggota dalam memperkuat kelembagaan kelompok.
Pada aspek kelembagaan, pendampingan diarahkan untuk memastikan KTH Ngudi Rejeki tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi mampu menjadi organisasi yang aktif, solid, dan memberikan manfaat nyata bagi anggotanya. Penguatan juga difokuskan pada pembangunan kesadaran kolektif, rasa memiliki, serta tanggung jawab bersama guna menjaga keharmonisan kelompok.
Di sisi pengelolaan kawasan, kelompok telah merealisasikan penanaman bibit sebanyak 100 bibit tanaman native karst di kawasan SM Paliyan dan melakukan penanaman bibit bantuan dari BPDAS pada lahan pekarangan anggota. Monitoring yang dilakukan pada April menunjukkan sebagian besar bibit tumbuh dengan baik. Anggota juga dihimbau meningkatkan kewaspadaan disekitar kawasan karena akan memasuki musim kemarau, terutama dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah penyangga SM Paliyan.
Sementara itu, pada aspek usaha, anggota didorong untuk disiplin dalam melakukan iuran rutin bulanan sebagai upaya penguatan modal kelompok. Selain itu, pemanfaatan lahan demplot akan mulai dioptimalkan secara bertahap untuk pengembangan komoditas pertanian produktif, meski masih terkendala keterbatasan biaya operasional untuk persiapan pengolahan lahan.
Perkembangan positif juga mulai terlihat pada koperasi tani yang sebelumnya mengalami banyak kendala terkait kredit macet, kini perlahan-lahan mulai ada perkembangan yang lebih baik. Perbaikan pengelolaan diharapkan dapat meningkatkan perputaran ekonomi kelompok ke depan.
Di sektor pembibitan, program pembibitan sengon dari WSL masih dilanjutkan seiring tingginya minat masyarakat dan permintaan pasar terkait kayu sengon. Kelompok juga akan mengusulkan kembali bantuan bibit di BPDAS terutama bibit untuk pakan ternak, seperti indigofera dan kaliandra, guna mengurangi ketergantungan masyarakat dalam mencari pakan ternak di kawasan SM Paliyan.
Pendampingan ini diharapkan dapat mendorong kemandirian kelompok untuk terus meningkatkan Nilai Transaksi Ekonomi sekaligus memperkuat peran aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian kawasan penyangga SM Paliyan.
Sumber: Riza Ramadian Suprapto, S. Hut (Tim RKSDA Wilayah SM Paliyan)., dan Harits Surakhman, S. Si (Penyuluh Pendamping KTH Ngudi Rejeki)
Penulis naskah: Tri Hastuti Swandayani, S.Kom., M.Si. (Penata Layanan Operasional/Humas BKSDA Yogyakarta)
Editor: Tim Kehumasan BKSDA Yogyakarta
Penanggung jawab berita: Kepala Balai KSDA Yogyakarta
Kontak informasi: Call Center Balai KSDA Yogyakarta (0821-4444-9449)
