Kulon Progo – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Yogyakarta melalui RKSDA Wilayah Sermo dan Menoreh menggelar kegiatan penanaman pohon bersama masyarakat penyangga kawasan Suaka Margasatwa (SM) Sermo, Selasa (14/4/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Nandur Kabecikan Memayu Hayuning Bawana”, sebagai ajakan menanam kebaikan untuk menjaga kelestarian alam demi kesejahteraan bersama.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan, di antaranya Lurah Hargowilis, aparat Babinkamtibmas, Kelompok Tani Hutan (KTH) Manunggal Karya, serta warga sekitar kawasan.
Kepala Balai KSDA Yogyakarta, Ir. Darmanto, S.P., M.AP., mengatakan, kegiatan ini mencerminkan tanggung jawab manusia dalam menjaga keseimbangan alam. “Kegiatan ini merupakan wujud tanggung jawab kita sebagai khalifah di bumi, untuk terus menanam kebaikan dan menjaga kelestarian alam,” ujarnya.
Beliau menjelaskan, kawasan SM Sermo memiliki peran penting sebagai habitat satwa liar yang dilindungi, seperti elang brontok dan kijang, sekaligus sebagai penyangga tata air yang berfungsi menjaga ketersediaan air dan mengurangi risiko bencana banjir.
“SM Sermo merupakan benteng terakhir perlindungan satwa dan penyangga kehidupan. Oleh karena itu, kawasan ini harus kita jaga bersama,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, dilakukan penanaman sebanyak 60 batang pohon dari sembilan jenis tanaman, yakni bulu, preh, pulai, santenan, ringin sungsang, elo, ipik, tungu, dan kepuh. Pemilihan vegetasi tersebut didasarkan pada statusnya sebagai jenis asli kawasan dan/atau yang mampu mendukung habitat satwa
Kepala Balai menekankan bahwa kegiatan penanaman tidak berhenti pada seremonial semata, tetapi harus diikuti dengan komitmen perawatan agar tanaman dapat tumbuh optimal.
“Menanam adalah langkah awal, tetapi yang lebih penting adalah menjaga dan merawatnya agar memberikan manfaat jangka panjang,” ucapnya.
Lurah Hargowilis, Warsidi, S.T., menyatakan dukungannya terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai keberadaan kawasan konservasi memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat setempat.
“Dulu kawasan ini hutan lindung, sekarang menjadi suaka margasatwa untuk kebaikan bersama. Kami berharap wilayah kami tetap aman dari bencana karena adanya hutan dan waduk,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah desa, aparat keamanan, dan masyarakat perlu terus diperkuat, termasuk melalui sosialisasi agar masyarakat memahami fungsi kawasan konservasi.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan bibit secara simbolis dari Kepala Balai KSDA Yogyakarta kepada Lurah Hargowilis, dilanjutkan dengan penanaman pohon bersama sebagai bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah dan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Balai KSDA Yogyakarta berharap kesadaran masyarakat dalam menjaga kawasan konservasi semakin meningkat, sehingga manfaat ekologis dan sosial SM Sermo dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Sumber: Resor KSDA Wilayah Sermo dan Menoreh
Penulis naskah: Tri Hastuti Swandayani, S.Kom., M.Si. (Penata Layanan Operasional/Humas BKSDA Yogyakarta)
Editor: Tim Kehumasan BKSDA Yogyakarta
Penanggung jawab berita: Kepala Balai KSDA Yogyakarta
Kontak informasi: Call Center Balai KSDA Yogyakarta (0821-4444-9449)
