Yogyakarta — Balai KSDA Yogyakarta menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) SMART Patrol pada tanggal 25–26 Februari 2026 dengan tema “Patroli Cerdas, Kawasan Terlindungi, Data Akurat untuk Konservasi Berkelanjutan.” Kegiatan ini merupakan tindak lanjut mandat Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Ditjen KSDAE) di bawah Kementerian Kehutanan untuk memperkuat sistem pemantauan, pengamanan, dan pelaporan perlindungan kawasan secara akuntabel berbasis teknologi informasi.
Dalam sambutannya, Kepala Balai KSDA Yogyakarta, Ir. Darmanto, S.P., M.AP., menegaskan bahwa pelaksanaan Bimtek SMART Patrol merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat sistem perlindungan kawasan konservasi berbasis data.
Menurutnya, tantangan pengelolaan kawasan konservasi saat ini semakin kompleks, sehingga diperlukan pendekatan yang adaptif, terukur, dan akuntabel. Penerapan SMART Patrol diharapkan mampu mentransformasi pola kerja patroli dari sekadar rutinitas lapangan menjadi kegiatan berbasis analisis yang menghasilkan data valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kita tidak hanya melakukan patroli, tetapi memastikan setiap langkah di lapangan tercatat, terdokumentasi, dan dapat dianalisis untuk menjadi dasar pengambilan keputusan. Data yang akurat adalah fondasi perlindungan kawasan yang efektif dan berkelanjutan,” ujar Kepala Balai.
Kepala Balai juga menyampaikan apresiasi kepada para narasumber dari Taman Nasional Gunung Merapi, yakni Subyantoro Tri Pradopo, S.Hut., M.Sc., dan Dhinar Tri Atmojo, S.Hut., atas dukungan serta kesediaannya untuk berbagi pengalaman dalam implementasi SMART Patrol. Beliau berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh secara konsisten di wilayah kerja masing-masing..
Kegiatan Bimtek SMART Patrol dilaksanakan dengan skema hybrid pada hari pertama yang bertempat di Rosin Hotel Jogja, memadukan metode luring dan daring guna menjangkau partisipasi yang lebih luas dan efektif. Sebanyak 65 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri atas 40 peserta yang hadir secara langsung di lokasi kegiatan serta 25 peserta yang bergabung melalui platform daring. Pola pelaksanaan ini tidak hanya memastikan keterlibatan seluruh unit kerja, tetapi juga menjadi bentuk adaptasi terhadap kebutuhan koordinasi yang fleksibel tanpa mengurangi kualitas penyampaian materi dan interaksi antara narasumber dengan peserta.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi teori terkait konsep SMART Patrol, perencanaan patroli berbasis analisis risiko, manajemen data, serta pentingnya dokumentasi spasial dalam mendukung pengambilan kebijakan berbasis bukti (evidence-based management). Narasumber menekankan bahwa patroli yang efektif harus mampu menghasilkan data yang valid, terukur, dan dapat dianalisis untuk mengidentifikasi tren gangguan serta menentukan strategi perlindungan yang tepat.
Hari kedua difokuskan pada praktik penggunaan aplikasi SMART di lapangan yang dilaksanakan di Resor Konservasi Sumber Daya Alam Sleman Kota (RKSDA Sleman Kota), meliputi simulasi perencanaan rute patroli, pencatatan koordinat GPS, input data temuan, dokumentasi aktivitas gangguan kawasan, hingga penyusunan laporan berbasis sistem. Melalui praktik langsung ini, peserta diharapkan mampu mengimplementasikan SMART Patrol secara optimal dan konsisten.
Melalui kegiatan ini, Balai KSDA Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan profesionalisme petugas serta mewujudkan kawasan konservasi di Daerah Istimewa Yogyakarta yang semakin terlindungi, dikelola secara transparan, dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang.
.
Penulis naskah: Tri Hastuti Swandayani, S.Kom., M.Si. (Penata Layanan Operasional/Humas Balai KSDA Yogyakarta)
Editor: Tim Kehumasan Balai KSDA Yogyakarta
Penanggung jawab berita: Kepala Balai KSDA Yogyakarta
Kontak informasi: Call Center Balai KSDA Yogyakarta (0821-4444-9449)
